Kost di Jakarta dan Segala Bentuk Kehidupannya - Dianai's Home

Kamis, 01 Agustus 2019

Kost di Jakarta dan Segala Bentuk Kehidupannya


Beberapa waktu lalu alhamdulillah dikasih kesempatan mencari rejeki di Ibu Kota Jakarta. Setelah sebelumnya sempat kost di Bogor, sempat ada ketakutan untuk tinggal di Jakarta. Jakarta yang terkenal macet, kriminalitas tinggi, gaya hidup bebas serta biaya hidup mahal ini pernah menjadi pertimbangan yang akhirnya dihempas dengan rasa yakin.

Yakin bahwa nggak semua judgements tersebut terjadi disetiap tanah yang dipijak. Ku juga yakin semua sudah ditakdirkan, mau dimanapun tinggalnya, kalau takdirnya hari itu dicopet ya bakal kejadian. Kalau takdirnya hari itu telat ya bakal telat meskipun nggak macet, dan sebagainya. Oleh sebab itu kita disarankan berdoa dan berdoa sepanjang waktu.

Kost di Jakarta dan Segala Bentuk Kehidupannya

Kost

Di hari tepat setelah aku negoisasi gaji, aku mencari tempat tinggal. Nggak muluk-muluk, cuma mau kost atau kontrakan yang bersih (nggak kumuh) dan murah. Oh ya Jakartanya agak mepet Banten, tepatnya di Kecamatan Cengkareng - Jakarta Barat. 
Alhamdulillah dapet kontakan (kosongan) yang nggak kumuh, bersih, dan harga masih terjangkau. Kira-kira luasnya 3x4 m, kamar mandi di dalam, harga 600 ribu (listrik token).

Biaya Makan

Biaya hidup di Jakarta mahal? atau jangan-jangan gaya hidup kamu yang ketinggian nih? Menurutku, biaya hidup dalam artian tempat tinggal memang relatif lebih mahal dibanding kota-kota besar lainnya. Tapi kalau urusan perut ya gaya hidup masing-masing aja.


Alhamdulillah tempat tinggalku di Jakarta waktu itu nggak terlalu di pusat kota, biaya makan masih "sama aja" dengan di tempat tinggalku (Bekasi) ataupun di kota rantau sebelumnya (Bogor) (deket-deketan gitu masih bisa dibilang merantau nggak sih? Hahahha). 
Baca jugaKost dan segala kehidupan di Kota Bogor

Daftar Makanan di sekitar Cengkareng, Jakarta Barat (2018)
  • Pecel lele: 12.000-16.000 (include nasi)
  • Warteg : 10.000 udah bisa dapet nasi, protein hewani dan nabati (belum es teh lho ya!)
  • Nasi padang : 10.000 - 16.000 (tergantung tempat dan rasa, semakin pinggir jalan semakin mahal)
  • Bakso : mulai dari 5.000 (awalnya juga kaget, eh pas nyoba ternyata enak, harganya sih yang bikin jadi lebih enak hehe)
  • Soto daging : mulai dari 16.000 (include nasi)
  • Air minum (600 ml) : mulai dari 2.000 aja, serius!
  • Air minum (1500 ml) : mulai dari 4.000 merek VIT
  • Ketoprak : mulai dari 12.000
  • Nasi uduk : mulai dari 5.000
  • BBM : mulai dari nol ya Pak..

Tarif Angkot

Berbeda dengan Bogor yang memasang tarif jauh-dekat sama, tarif angkot Cengkareng tergantung dari jarak yang dituju. Paling murah 3.000 rupiah, InsyaaAllah abang angkotnya nggak minta nambah (kalau dekat ya).

Kehidupan Sosial

Aku tinggal di kotrakan yang mayoritas diisi oleh karyawan single, sehingga tingkat sosialisasi sangat rendah. Menyapa tiap pagi saat hendak berangkat kerja sudah termasuk interaksi yang paling maksimal. Hehe
Lingkungan di sekitar kontrakan cukup hidup, ada ineraksi sosial yang sebagaimana mestinya bagi hidup bertetangga.

Mall di Sekitar Cengkareng

  • Puri Indah Mall 
Yang paling aku suka dari puri indah mall adalah banyaknya resto yang menyuguhkan menu dengan harga terjangkau. Lagi-lagi harga! Yap, karena ku bukan tipe orang yang berani mengeluarkan  banyak uang hanya untuk makan enak. Tapi sesekali boleh deh. Inget lho ya, sesekali. hehehe
Menurutku, reward terhadap diri tidak hanya dengan makan enak nan mahal atau gaya hidup yang tinggi lainnya. Apalagi kalau hidup terpisah dari orang tua, harus pandai-pandai mengatur uang dan pengeluaran.
  • Lippo Mall Puri
Mall yang satu ini sangat luas dan termasuk high class. Jenis kulinernya pun bukan kaleng-kaleng, kurang pas untuk makan dengan prinsip hemat. hehe. Yang paling aku suka dari Lippo Mall Puri yaitu masjidnya yang sangat luas, bersih, nyaman, dan adem. Kalau udah masuk rasanya males ke mall lagi. hehehe. Meskipun berada di tempat parkir, tapi ada akses ber-AC menuju masjid yang membuat pengunjung nggak perlu merasakan panasnya parking area. Keren!

Wisata kuliner di Cengkareng

Bagi kamu yang suka kuliner, kamu bisa ke Taman Semanan Indah (dekat stasiun rawa buaya), sepanjang Jalan Raya Duri Kosambi atau kawasan elit Green Lake City. Disana kamu akan banyak menemukan jajanan dan makanan yang beragam. Masalah harga, masih bisa disesuaikan dengan isi kantong. Ada resto dengan harga terjangkau, ada juga yang memasang harga fanstastis. 


Nah, itulah pengalamanku tinggal di Jakarta, alhamdulillah 2 tahun merasakan panas dan macetnya ibu kota. Alhamdulillah pernah ngerasain banjir genangan (sedikit banget, cuma semata kaki, itupun di jalanan, bukan di tempat tinggal) di tahun 2016 dan tidak terjadi lagi di tahun berikutnya karena terus mengalami perbaikan. Alhamdulillah, semuanya bisa dilewati atas izin Allah.


So, Jakarta nggak semenakutkan itu kok. Biaya hidup bisa dipilih sendiri, tentu saja harga menentukan kualitas. Hehehe. 
Semoga lain kali bisa berbagi tentang kota lainnya.
See u!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar