Liburan Singkat Dari Bogor ke Wisata Pantai Pasir Putih - Lampung - Dianai's Home

Selasa, 26 Maret 2019

Liburan Singkat Dari Bogor ke Wisata Pantai Pasir Putih - Lampung

Bismillah.. Kali ini aku mau flashback perajalananku dan teman-teman beberapa tahun yang lalu. Jenuh dengan rutinitas kampus sehingga memutuskan untuk "main jauh", kami masih bingung tentang destinasi wisata kami nantinya. Okelah, jalanin dulu aja.

Singkat cerita, setelah melalui perdebatan yang panjang, kami memutuskan untuk ke pantai di Banten. Ini rencana awal kami, tapi kami ingin tiba disana, akhirnya kami menginap di kost temanku yang berada di kota Banten.

Tiba di kos-kosan teman sudah lumayan gelap, sekitar jam 10 malam. Meski badan rasanya gak karuan menghadapi macetnya jalanan, kami masih harus melanjutkan diskusi tentang destinasi yang belum jelas. Sebut saja ia Rena, mahasiswi Banten yang kutumpangi kost nya. Terima kasih, Ren. Tenang, kamu akan kami ajak kok. Karena kami kan juga butuh tourguide. Hahaha.

Sepanjang diskusi, rena menjelaskan pengalamannya main ke pantai Banten. Dari segi akses, angkutan dan sebagainya yang ternyata membutuhkan waktu yang panjang. Seketika aku nanya ke Rena, Ren, dari sini ke pelabuhan Merak jauh nggak?". Setalah dijawab "sekitar setengah jam", kami sepakat mengbah destinasi.

Tema browsing kami di google berganti menjadi destinasi wisata yang dekat dengan pelabuhan Bakauheni, Lampung. Bersyukur mereka punya jiwa yang nekat meskipun agak bingung karena belum pernah kesana. Berbekal pernah bersekolah di Lampung (meskipun sebentar) dan beberapa kali pernah ke sana untuk mengunjungi saudara, aku optimis. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur dengan tenang.

Keesokan Harinya, Kami Siap ke Pantai Pasir Putih - Lampung!
Masih pagi hari, jam 02.30 alarma sudah berbunyi. Kami bergegas antre mandi, setelah ke-6 perempuan ini siap kami berangkat (sekitar ukul 04.00). Cukup denga 1,5 jam saja untuk seuanya siap. Berangkaaaattt.

Kami menuju terminal pakupatan untuk menumpangi bus ke arah pelabuhan Merak. Tiba di terminal, waktu subuh tiba dan kami sholat di mushola. Setelah sholat, kami menuggu di tempat kedatangan bus. Alhamdulillah kami menaiki bus pertama. Diperjalanan, aku menghubungi ibu untuk meminta ijin sekaligus meminta arah untuk ke Lampung.

Dengan sigapnya, ibu langsung menelpon dan terkaget tentang rencara anak sulungnya tersebut yang sudah berani main jauh (aku). Tapi ibu nggak marah, justru beliau langsung memberi arahan dan mengirim kontak paman yang rumahnya tidak jauh dari destinasi wisata yang akan kunjungi. Terima kasih ibu.

Setibanya di pelabuhan Merak (sekitar jam 6 pagi), kami langsung menuju petugas loket dan membayar tiket kapal sebesar Rp. 15.000,-/orang pada waktu itu. Senangnya kami menaiki kapal yang cukup sepi penumpang. Rasanya seperti menyewa kapal pribadi, kamipun memanfaatkan momen ini untuk berfoto sepuasnya.


Dari kiri: Rena, Aku, Tri Ratna, Esdavini, Anggita. Pict by Putri Balkis
Menara Siger telah nampak, pertanda Bakauheni sudah dekat
Waktu 2 jam sudah cukup untuk mengantarkan kami ke pelabuhan Bakauheni. Ketakutan menghampiri kami ketika banyak sopir travel yang agak memaksa kami untuk lebih memilih travel dibanding angkutan umum (bus). Karena tourguide beralih kepadaku, teman-teman menunggu keputusanku. Tapi aku tetap memilih untuk menaiki angkutan umum.
di Pelabuhan Bakauheni

Oke, kami naik bus jurusan rajabasah. Ongkos sekitar Rp.25.000,- pada saat itu. Ongkosnya cukup mahal karena perjalanan yang lumayan jauh. Aku meminta pak kondektur untuk menurunkan kami di Wisata Pasir putih. Singkatnya, kami sampai di Wisata Pantai Pasir Putih. Alhamdulillah.
Namun, sebelum memulai perjalanan kami memutuskan untuk mencari tempat makan di pinggir jalan. setelah kenyang, kami mencari tempat sholat karena waktu dzuhur telah tiba. Jalan kaki sekitar 3 menit dari destinasi wisata. Setelah makan dan sholat, kami siap ke Pantai Pasir Putih!
Jalan menuju tempat sholat di sekitar Pantai Pasir Putih

Apa yang kalian pikir tentang pasir putih? pasirna berwarna putih? Aku bisa menjawabnya degan "salah, jika kamu tidak menyebrangi tanjungnya, karena pantai pasir putih berada di pulau kecil yang harus ditempuh dengan menggunakan perahu motor dari tanjung". Setelah tawar menawar, kami mendapat harga perahu motor sebesar Rp 200.000/6 orang untuk PP alias pulang pergi. Cukup murah ya pada saat itu, karena pengunjungnya pun masih sepi.
Di perahu motor perjalanan menuju pulau 
Setelah 15 menit merasakan ketegangan, sampailah kami di Pantai Pasir Putih yang menakjubkan. Seperti pulau pribadi, hanya ada kami ber-6 saat itu. Waktunya berfoto-foto.




Sekitar pukul 14.00, nahkoda perahu menghampiri dan meminta kami agar segera pulang dengan alasan air pasang jika terlalu sore. Kami pun mengikuti sarannya dan kembali ke tanjung. Cukup lelah, aku kembali menghubungi paman untuk mengabarkan keberadaanku.

Aku berniat menginap di rumah paman yang berada tidak jauh dari pesisir pantai. Meksi begitu, bukan pantai Pasir Putih, jadi kami harus naik angkutan umum lagi untuk menuju ke rumahnya. Paman menjemput kami yang turun dari angkutan umum.

Sedikit pangling, tapi paman berhasil mengenaliku. Om Cipto biasa kumemanggilnya, sepupu dari bapakku. Rumahnya tinggi dan kita dapat melihat pantai dari teras atas, seru ya. Kami disuguhi sate yang tentu saja kami sukai. Kamar yang luas, wah senangnya bisa menginap disini. Terima kasih Om Cipto. Semoga selalu dalam lindungan-Nya.

Keesokan harinya, kami berniat pulang. Liburan telah usai, tapi sebelum itu kami berjalan-jalan melihat sekeliling halaman rumah, ternyata ada spot foto yang cukup menarik, seketika kami mengambil gambarnya. Setelah selesai, aku diajak Om Cipto untuk mengunjungi toko oleh-oleh, aku pun membeli sedikit buah tangan untuk kenang-kenangan.
Batu kapur d wilayah Panjang - Lampung Selatan
Hari mulai siang, aku berpamitan dengan Om Cipto dan keluarga untuk kembali ke (pulau) Jawa. Om Cipto mencarikan travel untuk kami agar perjalanan cepat sampai. Berbeda dengan keberangkatan, kapal Fery yang kami tumpangi saat pulang tidaklah sepi, kami hanya punya beberapa spot foto yang bisa kami abadikan.



Alhamdulillah sampai Pelabuhan Merak dengan selamat. Kami menyempatkan diri untuk berfoto di pelabuhan Merak sebagai kenang-kenangan. Kami berpisah di pertengahan jalan, teman kampusku pulang menuju Bogor, sedangkan aku memutuskan untuk menginap di kost rena dan pulang bersamanya ke Bekasi (rumah orang tua ku).

Terima kasih kebersamaannya, tulisan ini kupersembahkan untuk 5 orang teman jalan ke Lampung saat itu. Mereka adalah Putri Balkis, Anggita Mey, Tri Ratna, dan Esdavini, mahasiswi Jaminan Mutu Pangan IPB angkatan 50, dan Rena Nur Anisa mahasiswi Untirta 2013 yang telah menjadi teman jalan yang asik. Yang nggak ribet dan takut hitam, nggak manja dan nggak gampag ngeluh. Kalian luar biasa! Sampai jumpa lagi di perjalanan selanjutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar